Sumedang Online


Berita: Rabu 16 April 2008

Posted in Tak Berkategori oleh sumedangonline pada 22 AprpmWed, 16 Apr 2008 22:06:00 +0000UTC30 2008
 
BUPATI USULKAN PERBAIKAN JALAN BY PASS
KERUSAKAN KINI MENCAPAI PUNCAK
 
SUMEDANG – Tingkat kerusakan sepanjang jalan By Pass di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mulai dari perempatan Polres Sumedang hingga bunderan Alam Sari, kini mencapai titi puncaknya.
Tak heran, selain menimbulkan kemacetan lalulintas angkutan berat termasuk bus juga seringkali menjadi biang kecelakaan lalulintas terutama pengendara motor.
Hanya saja, Pemkab Sumedang tak bisa berbuat banyak untuk mengatasinya. Persoalan ini lebih disebabkan status jalan Prabu Gajah Agung termasuk jalan nasional.
Sekda H Atje Arifin Abdullah, SH, SIP, MSi, ketika ditemui, Rabu (16/4), mengakui bahwa Pemkab tak memiliki kewenangan untuk melakukan pmeliharaan.
“Ini kan jalan arteri, dan tugas pembantuan dari pusat hanya sampai ke propinsi. Kita akan disalahkan jika melakukan penanganan,” kata Atje.
Namun demikian, guna mengatasi hal ini Bupati Sumedang Dr H Don Murdono, SH, MSi telah mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Barat mengenai kondisi jalan maupun permintaan segera dilakukan perbaikan.
“Hanya sampai disitu kewenangan kita. Mudah-mudahan saja harapan kita semua, propinsi bisa segera melakukan perbaikan sacara tuntas,” tandasnya.
Dalam penilaiannya, kerusakan jalan di seputar Jalan Prabu Gajah Agung dimungkinkan pada pembangunan jalan konstruksi jalan kurang optimal sehingga setiap musim hujan, kerusakan terus terjadi.
Selain itu, lanjut Atje, intensitas lalulintas kendaraan berat sulit dikendalikan. “Lagi-lagi ini bukan kewenangan daerah. Lagipula jalan by pass ini kan jalan berkelas nasional, jadi tak bisa dibatasi kendaraan yang masuk ke sini,” ungkapnya.
Karenanya, daerah hanya bisa menyampaikan usulan dan mengeluarkan rekomendasi tentang kondisi riil di lapangan. “Ini yang perlu dipahami bersama, kenapa daerah tak bisa memasuki wilayah kewenangan pripinsi ini. Lain lagi kalau tugas pembantuan sampai ke kabupaten, kitaa berkewajiban menanganinya melalui APBD,” katanya.***
 
 
KONDISI KEAMANAN KONDUSIF PASCA PILKADA
CIRI-CIRI BUDAYA SANTUN WARGA SUMEDANG
PEMKAB – H Atje Arifin Abdullah, SH, SIP, MSi, Sekrtaris Daerah (Sekda) Sumedang, Jawa Barat, menyatakan kebanggaannya kepada masyarakat yang telah melaksanakan hak pilihnya dalam Pilkada 2008. Selain tingkat partisipasi yang cukup tinggi, juga bisa bersama-sama memelihara keamanan.
Hal itu diungkapkan Sekda Atje kepada, Rabu (16/4). Diakui, tingkat partisipasi masyarakat yang telah memiliki hak pilih, diperhitungkan mencapai angka 80 persen.
“Angka kepersertaan hak pilih dalam Pilkada ini cukup bagus. Memang, secara matematis kita belum menghitung secara pasti karena proses penghitungan suara masih berjalan,” katanya.
Sementara itu,.suasana kemanan yang cukup kondusif sekarang ini, menunjukkan bahwa memang budaya masyarakat Sumedang adalah santun.
Hal ini, lanjut Atje, mesti tetap dipertahankan. Kalaupun terjadi pernak-pernik selama masa kampanye dinilainya hal yang wajar. “Alhamdulillah semua itu hanya terjadi dalam masa kampanye dan tidak menimbulkan gejolak. Ini kebanggaan kita terhadap budaya santun ini,” katanya serius.
Menurut dia, dengan tetap memelihara budaya santun tersebut, bisa menjamin keberlangsungan roda pemerintahan dan roda pembangunan.
Bisa dibayangkan, apabila pasca Pilkada diwarnai gejolak, selain menimbulkan keresahan dalam masyarakat, roda pemerintahan maupun pembangunan akan tersendat.
“Karenanya, mari kita pelihara bersama kondisi keamanan seperti sekarang ini,” tambah Sekda Sumedang ini.***
 
 
SULIT MENCEGAH PENULRAN VIRUS FLU BURUNG
SOLUSINYA VAKSINASI DAN PEMELIHARAAN
SUMEDANG – Wialyah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tak bisa bebas dari serangan virus flu burung (avian influenza/AI). Karenanya, jajaran Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterpan) terus berusaha meningkatkan kapasitas SDM.
Ir Ade Guntara, Kepala Dispeterpan, Rabu (16/4), menyebutkan sejumlah kasus kematian ungas di beberapa daerah masih terjadi secara sporadis.
Namun demikian, masyarakat telah mampu secara swadaya melakukan focalcooling (depopulasi terbatas) yakni seperti pembakaran atau menguburkan segera unggas yang ditemukan mati mendadak.
Menurut dia, beberapa daerah yang menjadi daerah endemis flu burung, memang tak bisa terbebas dari adanya penularan flu burung ini.
“Soalnya, penularan bisa dengan mudah seperti lewat udara. Kondisi iklim seperti sekarang sangat mudah dalam penyebaran virus ini,” katanya.
Itulah sebabnya,Dispeterpen tak pernah berhenti melakukan berbagai upaya berdasarkan program dan protap yang ada.
“Khususnya guna peningkatan kapasitas kemampuan SDM yang kita miliki, akan diselenggarakan pelatihan penanganan kasus dengan metode-metode baru.
Diakui, dari beberapa kasus yang telah dilakukan pengujian lewa rapid tets ternyata menunjukkan adanya indikasi positif.
Di Endemis, ulit dikatakan bebas AI. Iklim, salah satunya.
Tapi sejauh ini, res rapid, uji sampale darah ternak. menunjukkan ada indikasi positif (rapid test)
Indikasikasi ini, lanjutnya, memang menutut semua pihak untuk tetap waspada dan meningkatkan pemeliharaan unggas dan kandang.
Dijelaskan, pada umumnya kasus flu burung ini terjadi pada unggas peliharaan (non kandang). Ternyata, kata Ade Guntara, unggas yang dipelihara tanpa pengandangan cukup rentan terhadap AI ini,” ungkapnya.
Sementara usaha peternakan dengan pemeliharaan kandang yang baik dan dilengkapi dengan vaksinasi secara berkala, bisa terbebas dari AI ini.
“Intinya, pemeliharaan kandang dan vaksinasi unggas, Insya Alloh bisa lolos dari flu burung. Nah, ini yang perlu kita tanamkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Soalnya, saat ini Ade Guntara menangkap adanya sebagian masyarakat yang takut memelihara unggas. Maka, dalam waktu dekat ini Dispeterpan akan mensosialisasikan pemeliharaan unggas yang baik.***
 
PASANGAN DON-TOP UNGGULI ESA-DOAMU
 
SUMEDANG – Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Sumedang H Don Murdono – Taufiq Gunawansyah (Don – Top), untuk sementara mampu mengungguli pasaangan H Endang Sukandar – H Donny Ahmad Munir (Esa – Doamu).
Dalam penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Selasa (15/4) pukul 21.30, Don – Top meraih 325.341 suara (54,82 %). Sedangpakan pasangan Esa – Doamu hanya meraup 268.176 suara (45,18 %).
Pasangan Don – Top dalam Pilkada yang digelar bersamaan dengan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat, Minggu (13/4) lalu ini, peroleh suara paling tinggi yakni di wilayah Kecamatan Jatinangor mencapai 30.000 suara dibandingkan Esa-Doamu 13.930 suara.
Meski penghitungan suara Pilkada 2008 ini akan berakhir hingga 22 April, namun para pendukung Don – Top telah
merasa pasti atas kemenangan ini.
Karenanya, meski penghitungan suara di KPU masih terus berjalan, justru Gedung Negara setiap hari dibanjiri tamu dari berbagai lapisan masyarakat termasuk pejabat Pemkab yang ingin menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Don – Top ini.***
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: