Sumedang Online


BERITA : Kamis 17 April 2008

Posted in Tak Berkategori oleh sumedangonline pada 22 AprpmThu, 17 Apr 2008 22:07:00 +0000UTC30 2008
Upacara Bendera dan Peringatan Hari Jadi Sumedang
Bupati Sampaikan Penghargaan Bagi Masyarakat
 
SUMEDANG – Penyelenggaraan Pilkada 2008 di Kabupaten Sumedang, Jabar, yang berlangsung lancar dan dalam suasana yang kondusif, Bupati H Don Murdono menyampaikan penghargaan dan ucapan terima
kasih kepada segenap elemen masyarakat.
Hal itu dikemukakan Bupati Sumedang saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih sekaligus Upacara Peringatan Hari Jadi Sumedang ke-430/2008 yang digelar di Alun-Alun Sumedang, Kamis (17/4).
Disebutkan, kelancaran dalam penyelenggaraan Pilkada tersebut, diharapkan akan menciptakan kondisi yang lebih baik sebagai suau masyaakat yang sangat dominan bagi suksesnya penyelenggaraan pemerintahan Daerah secara menyeluruh.
Menurut dia, tinggal beberapa hari menuju tanggal 22 April seluruh lapisan warga Sumedang akan memperingati Hari Jadi Sumedang ke-430.
Harus dimaklumi, kata Don, berbagai kemajuan yang telah dicapai selama ini, tak terlepas dari peran, perjuangan serta kepedulian segenap elemen. “Baik pemerintah, pihak swasta, dunia usaha dan masyarakat Kabupaten Sumedang secara menyeluruh,” katanya.
Berbagai peran ini, lanjutnya, telah menjadi tuntutan yang mesti dipenuhi oleh daerah manapun demi mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
“Demikian pula penyelenggaraan pembangunan daerah di Kabupaten Sumedang, semuanya tidak terlepas dari peran segenap elemen serta potensi yang ada,” tandasnya.
Terbukti, dengan digulirkannya berbagai program dan kebijakan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, berbagai aspirasi serta dinamika kehidupan masyarakat.
Karenanya, Bupati menilai telah menjadi kewajiban bersama untuk selalu mensyukuri semua keberhasilan serta memaknainya sebagai pedoman agar selalu berupaya untuk lebih meningkatkan perikehidupan yang lebih baik.
Selain itu, paparnya, senantiasa menciptakan berbagai situasi yang semakin kondusif, di samping yang tidak kalah pentingnya adalah senantiasa berupaya mewujudkan masyarakat yang semakin mampu berfikir lebih maju.
“Bertindak lebih bijak serta bersikap dan berperilaku semakin santun, sesuai dengan fasafah hidup yang diwariskan oleh para leluhur dan pendiri Sumedang,” tandasnya.
Peringatan Hari Jadi Sumedang ke-430/2008 yang bertemakan “Dengan semangat Hari Jadi Ke-430 Sumedang, kita wujudkan Sumedang Sejahtera, agamis dan demokratis (Sehati).”
“Maka akan senantiasa berupaya untuk mewujudkan Sumedang kian kokoh dan berdaya saing tinggi dalam membangun daerah,” katanya.
Peresmian Proyek
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumedang ini meresmikan pula proyek-proyek pembangunan TA 2007 yang didanai APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN, keseluruhan senilai Rp 426.095.645.704,45 meliputi 2.414 kegiatan (non fisik, fisik konstruksi dan fisik non konstruksi).***
 
Perbaikan 155 Titik PJU Rusak dan Padam
Kendala Mobil Hydroulic Crane Pendek
 
SUMEDANG – Jajaran Seksi Energi Listrik pada Bidang Energi Dishut dan SDME Kabupaten Sumedang, Jabar, kini telah mulai melakukan perbaikan penerangan jalan umum (PJU). Cuma, kendalanya terdapa puluhan PJU yang tak terjangkau kendraan hydrolic crane, sehingga tiang PJU mesti dipotong terlebih dulu.
Berdasarkan data kerusakan yang dilaporkan masyarakat periode Maret 2008 mencapai 140 titik lokasi PJU. Ditambah dengan laporan yang masuk periode April ini, sehingga total PJU rusak mencapai 155 titik.
Beni Setiabudhi, ST, Kasi Eergi Listrik ketika ditemui, Kamis (17/4, membenarkan pihaknya sudah melakukan pebaikan PJU yang rusak, setelah dana APBD 2008 cair.
Hingga Kamis kemarin, pihaknya sudah menggarap sebanyak 41 titik lokasi. “Secara teknis tidak masalah. Cuma kendaraan hydroulic crane yang kita miliki, tak bisa menjangkau ketinggian PJU lama. Ini kendala bagi kita,” katanya.
Menurut dia, dari laporan yang masuk, sekitar separuhnya PJU lama yang tak bisa dijangkau alat yang tersedia. “Solusinya, terpaksa kita potong disesuaikan dengan ketiggian yang disesuaikan dengan alat yang kita miliki” ujarnya.
Beni mengambil contoh, PJU di depan kantor Kejari. Karena terlalu tinggi, akhirnya tiang PJU ini dipotong agar memudahkan dalam pemeliharaan.
Kecuali itu, PJU di pinggir Alu-Alun persis di depan kantor Badan Kesatuan Bangsa, akibat terlalu tinggi kerusakan PJU ini belum bisa digarapnya.
Diakui, dalam memproses perbaikan PJU yang tak terjangkau kendaraan hydrouilc crane, cukup memakan waktu.
Meskipun dihadapkan kendala kendaraan hydroulic ini, Beni bisa mentargetkan penyelsaian pemeliharaan PJU rusak ini bisa tuntas dalam April ini.
Karenanya, guna kelancaran tugas ini, ia selain terjun sendiri ke lapangan, ia sendiri terpaksa menjadi sopir kemdaraan hyddroulic crane menggantikan sopir, Pepen yang terkena musibah tabrakan sekitar tiga minggu silam.
“Tak apalah yang terpenting tugas bisa dilaksanakan,” tandasnya.***
Kendaraan Penangulangan Bencana Alam Disiagakan
Butuh Darurat,Telpon saja Sekda
 
SUMEDANG – Kendaraan operasional penanggulangan bencana alam dan penyakit menular, bisa dengan mudah dipergunakan Dinas Kesehatan ataupun Dinas Peternakan dan Perikanan. Hal serupa diberlakukan bagi kendaraan Hydroulik Crane yang dikelola DPUK, bisa dengan mudah dipakai Dishut dan SDME.
Tentu saja, untuk mempergunakan kendaraan opeasinal ini meski menempuh syarat-syarat prosedural. Lain lagi dalam keadaan darurat, bila membutuhkan kendaraan segera pejabat dari ke dua instansi ini bisa langsung menelpon H Atje Arifin Abdullah, SH, SIP, MSi, Sekda Sumedang, Jabar.
Memang kendaraan untuk penanggulangan penyakit menular itu pegelolaannya berada di Bagian Umum Setda. Demikian pula hydroulic crane yang dikelola Work Shop DPUK.
“Sebenarnya tidak sulit untuk memanfaatkan kendaraan tersebut. Pertama tempuh prosedur dan kalau keadaan darurat tinggal telepon saya, saya akan segera perintahkan untuk meminjamkan kendaraan ini. Tidak sulit koq,” kata Sekda Atje.
Khusus untuk kendaraan penanggulangan bencana alam dan penyakit menular bantuan dari Menko Kesra, saat ini dikelola Bagian Umum Setda.
“Soalnya, kalau ditempatkan di salah satu dinas, bisa teejadi tak efektif. Makanya diambil jalan tengah yaitu dikelola di Setda. Cara memanfaatkanny sangat mudah, apalagi kalau keadaan darurat,” tandasnya.
Sosialisasi pemakaian kendaraan spesifik tersebut, kata Atje, sebenarnya telah berulangkali disampaikan kepada dinas/instansi.
“Saya sangat terbuka dan tak akan menilai macem-macem jika meminta pinjaman kendaraan ini melalui telepon,” tambah Sekda Atje Arifin Abdullah.***
 
Niat Buang Bali (Placenta)
Usin malah Buang Makanan
 
SUMEDANG – Peristiwa unik terjadi di Desa Sudimampir, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jabar, belum lama ini. Tengok saja, gara-gara Usin (35) tak kontrol, maksudnya hendak membuang bali (placenta) ke kali Cikandung, yang dibuang malah makanan.
Kejadian yang cukup menggelikan ini menimpa keluarga Usin setelah sang istri melahirkan anaknya. Seperti biasa, placenta yang berasal dari kandungan istri diamankan melalui berbagai tradisi daerah.
Kebetulan, tradisi di Sudimampir di antaranya perlakuan terhadap bali ini yakni dibuang ke sungai. Memang, tedapat pula tradisi yang mengamankan bali dengan cara dikubur dalam tanah.
Dalam peristiwa yang menimpa keluarga Usin ini, terjadi sekitar empat hari lalu. Setelah sang istri melahirkan, Usin bertugas membuang bali ke sungai.
Pada saat itu, bali dari kandungan istrinya dibungkus rapi yang disimpan disamping bungkusan makanan untuk ke sawah.
Rupanya, Usin asal comot bungkusan di atas meja. Llau ia gendong, dan segera melakukan perjalanan ke sungai Cikandung sekitar satu kilometer dari kediamannya. Selama perjalanan, sesuai tradisi, sang pembuang bali ini tak boleh menengok ke belakang.
Karenanya, dengan penuh kepastian Usin pun segera membuang bali itu ke kali Cikandung. Ceritanya, Usin mengaku bahwa tugasnya telah selesai dan kini ia mesti merawat istri dan anak yang baru lahir ke dunia.
Ternyata, certa di kediaman Usin lain lagi. Ny Enoh (51), mertua Usin saat itu hendak mengantar makan ke sawah karena di sawah terdapat pekerja yang tengah mengolah sawah.
Awalnya, Ny Enoh langsung mengambil bukungsan makanan yang berada di atas meja. Hanya saja, ketika dirasakannya terasa kenyal, ia lantas mencurigai isi bungkusan tersebut.
Benar juga, setelah dibuka ternyata isinya bali sang cucu yang baru dilahirkan putrinya. Karenanya, Ny Enoh pun segera berbegas menuju kali Cikandung. Seperti biasa Ny Enoh melenggang tanpa menoleh ke belakang.
Hanya saja di tengah perjalanan ia bertemu dengan Usin. Dengan penuh penasaran. Ny Enoh pun menanyakan asal kepergian Usin, yang kontan dijawabnya tekah membuang bali.
Tentu saja, ibu mertuanya ini langsung mnejawab bahwa yang digendongnya justru bali yang diambil dari atas meja. Usin pun baru tersadar bahwa yang dibuangnya tadi bukan bali, melainkan makanan untuk ke sawah.*** (ndy)
 
 
Penyelesaian Kasus Desa Padajaya
Camat Berupaya Cari Solusi Terbaik
 
SUMEDANG – Boleh jadi,Tatang Setiadi, SSos, Camat Wado di Kabuapten Sumedang, Jabar, kesal juga dibuatnya. Soalnya, tindakan salah seorang Kepala Desa (Kades) di daerahnya sulit dikendalikan terutama bila menyangkut hubungan laki-laki dan perempuan.
Terlebih lagi, bila keduanya telah beristri dan bersuami, sehingga diindiksikan terjadi perselingkuhan. Ini pula yang akhirnya membuahkan reaksi masyarakat, yang menuntut sang Kades segera turun dari jabatannya.
Puncak-puncaknya, ia terpaksa turun tangan setelah ratusan warga menggelar demo yang dilakukan sejak Rabu (16/4) malam dan berakhir hingga Kamis (17/4) sekira pukul 04.00 dini hari.
Demonstrasi warga Desa Padajaya ini menuntut Ny CS segera menanggalkan jabatannya selaku Kades disana. Reaksi masyarakat tersebut diekspresikan dengan cara menyegel kantor Pemerintah Desa.
Beruntung, kata Camat Tatang Setiadi, amarah warga ini tak sampai melakukan pengrusakan. “Mereka hanya menggelar demo dan menyegel balai desa. Saya berusaha menenangkan masyarakat hingga bubaran sekitar pukul 04.00 subuh,” kata Tatang. Kamis kemarin.
Berkat pendekatan dan berusaha meyakinkan warga untuk menyelesaikan masalah ini, palang kayu yang dipaku pada pintu masuk blai desapun akhirnya diturunkan kembali.
Berdasarkan keterangan warga, kata Tatang, masyarakat kesal setelah mendengar dan menyaksikan kemesraan hubungan Kades nya dengan seorang laki-laki yang juga seorang Kades di Kecamatan Darmaraja.
Kekesalan warga inipun akhirnya meledak juga dan berujung dengan harga mati, yakni Ny CS segera menanggalkan jabatannya.
Menurut Tatang, ia sendiri sudah beberapa kali memberi peringatan dengan tujuan agar CS menghentikan hubungan dengan Kades Leuwihideung, yang bisa menimbulkan prasangka dari masyarakat.
Benat juga, reaksi keras masyarakat secara spontan ditumpahkan. Uniknya, reaksi yang berbentuk aksi demo ini dgelar pada malam hari hingga subuh.
“Disini saya hanya bisa memfasilitasi dan tidak bisa memutuskan diberhentikan atau tidak. Yang pasti saya hanya melakukan pembinaan, dan kalau sudah menjadi masalah seperti ini, terlebih dulu mesti dimusyawarahkan,” tandasnya.
Perihal diberhentikan atau tidak, keputusan tentang kasus Ny CS pada akhirnya kelak berada di tangan atasannya, yakni Bupati Sumedang. “Saat ini saya akan berusaha menyelesaikan persoalan ini di bawah,” tambah Tatang.***
 
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: